Resmi Diterima, Mahasiswa KKN-PMD Unram Siap Mengabdi di Desa Padak Guar Sambelia
Acara penerimaan yang berlangsung pada Jumat, 3 Juni 2026 ini menandai dimulainya babak baru kolaborasi antara dunia akademis dan masyarakat. Bertempat di aula kantor desa, prosesi serah terima mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram dilakukan secara simbolis oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Salnida Yuniarti Lumbessy, S.Pi., M.Si., kepada Pemerintah Desa Padak Guar yang diterima langsung dengan penuh kehangatan oleh Kepala Desa, Tarmizi, S.H.
Dalam sambutannya, Dr. Salnida Yuniarti Lumbessy menyampaikan menitipkan para mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat sekaligus mengaplikasikan keilmuan yang didapat di bangku kuliah. Sambutan tersebut disambut positif oleh Tarmizi, S.H. Beliau menyatakan bahwa Pemerintah Desa Padak Guar membuka pintu selebar-lebarnya dan siap mendukung penuh setiap gerak langkah mahasiswa demi kemajuan desa, khususnya dalam mengoptimalkan potensi lokal yang ada di Kecamatan Sambelia.
Inovasi Berkelanjutan: Penguatan Sistem Informasi Desa (SID)
Tidak ingin membuang waktu, momentum penerimaan ini juga dimanfaatkan oleh mahasiswa KKN-PMD Unram untuk memaparkan garis besar rencana strategis mereka. Salah satu yang menjadi sorotan adalah program keberlanjutan berupa optimalisasi Sistem Informasi Desa (SID).
Program ini dirancang untuk memperkuat tata kelola administrasi desa yang modern, transparan, dan berbasis digital. Melalui penguatan SID, diharapkan akses data desa, pelayanan publik, hingga publikasi potensi Padak Guar dapat dijangkau secara lebih luas dan efisien, meninggalkan warisan digital yang bermanfaat bahkan setelah masa KKN berakhir.
Dua Pilar Utama: Hilirisasi Potensi Lokal dan Kelestarian Lingkungan
Guna menyokong sektor ekonomi dan ekologi desa, mahasiswa KKN-PMD Unram mengusung dua program kerja utama yang dinilai sangat krusial:
- Hilirisasi Pengolahan Kerupuk Kulit Pisang: Program inovatif ini menyasar pada peningkatan nilai tambah (value-added) komoditas lokal. Selama ini, kulit pisang sering kali dianggap sebagai limbah tak bernilai. Di tangan mahasiswa, limbah tersebut akan disulap menjadi produk kuliner bernilai ekonomis tinggi. Langkah hilirisasi ini diharapkan dapat membuka peluang UMKM baru dan menggerakkan roda perekonomian kaum perempuan serta pemuda di Desa Padak Guar.
- Penanaman Mangrove: Menyadari posisi geografis Padak Guar yang berada di kawasan pesisir, program ini menjadi langkah konkret dalam mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan. Penanaman mangrove diproyeksikan mampu mencegah abrasi pantai, menjaga ekosistem laut, sekaligus mempertahankan sabuk hijau pertahanan pesisir Kecamatan Sambelia.
Program Tambahan: Menyasar Sosial, Edukasi, hingga Ekowisata
Melengkapi pilar utama tersebut, rangkaian program kerja tambahan yang tidak kalah menarik turut disosialisasikan. Di sektor sosial-hukum, mahasiswa menginisiasi Penyuluhan Pernikahan Dini sebagai upaya preventif menekan angka pernikahan anak di bawah umur dan mengedukasi masyarakat mengenai dampaknya terhadap masa depan generasi muda.
Pada sektor pendidikan, kehadiran Pojok Literasi (English Corner) diharapkan dapat memantik minat baca sekaligus mengasah kemampuan berbahasa asing anak-anak desa secara interaktif dan menyenangkan.
Terakhir, guna mendukung sektor ekowisata, aksi Clean-up Pesisir Pantai Gili Lampu dicanangkan sebagai gerakan nyata peduli lingkungan. Aksi bersih-bersih di salah satu destinasi wisata unggulan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif baik bagi warga lokal maupun wisatawan akan pentingnya menjaga kebersihan laut dari sampah plastik.
Dengan komposisi program kerja yang menyentuh aspek digitalisasi, ekonomi kreatif, lingkungan, hingga edukasi sosial, kehadiran mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram di Desa Padak Guar diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas musiman, melainkan mampu memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin