Ciptakan Lingkungan Sekolah Safe and Friendly, Mahasiswa KKN PMD Unram Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 1 dan SDN 2 Padak Guar

05 Agustus 2026
ASAD
Dibaca 11 Kali
Ciptakan Lingkungan Sekolah Safe and Friendly, Mahasiswa KKN PMD Unram Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 1 dan SDN 2 Padak Guar

PADAK GUAR, UNRAM — Dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak-anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram (Unram) melaksanakan program edukasi dan sosialisasi pencegahan perundungan (anti-bullying) di SDN 1 Padak Guar dan SDN 2 Padak Guar, Desa Padak Guar.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan siswa-siswi sekolah dasar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya perundungan, dampaknya terhadap tumbuh kembang anak, serta pentingnya membangun rasa saling menghargai antarsesama teman.

Mengenal Bullying dan Jenis-Jenisnya sejak Dini

Dalam pemaparannya, tim mahasiswa KKN-PMD Unram menjelaskan secara interaktif bahwa bullying atau perundungan adalah perilaku yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang untuk menyakiti, mengganggu, atau membuat orang lain merasa takut, sedih, dan tidak nyaman.

Mahasiswa KKN membagi jenis perundungan ke dalam empat kategori utama yang rentan terjadi di lingkungan sekitar siswa:

  1. Bullying Fisik/Non-Verbal: Tindakan seperti memukul, mendorong, menggigit, menendang, mencubit, menjambak, mencakar, atau menampar.
  2. Bullying Non-Fisik/Verbal: Mengancam, mengganggu, mempermalukan teman, merendahkan, hingga memanggil teman dengan julukan mengejek atau mengaitkan dengan kecacatan fisik.
  3. Bullying Sosial: Tindakan mengucilkan teman, tidak mengajak bermain, menyebarkan gosip, atau menghasut teman lain agar tidak mau berteman dengan seseorang.
  4. Cyberbullying (Media Elektronik): Mengirim komentar kasar, menghina lewat pesan singkat (chat), menyebarkan foto tanpa izin, hingga membuat grup chat khusus untuk mengejek teman.

Dampak Nyata Perundungan dan Pentingnya Menghargai Perbedaan

Sosialisasi ini juga menyoroti dampak buruk perundungan bagi seluruh pihak yang terlibat:

  • Bagi Korban: Mengalami rasa sedih, takut pergi ke sekolah, sering menangis, terluka secara fisik/emosional, hilang rasa percaya diri, hingga penurunan prestasi belajar.
  • Bagi Pelaku: Terbiasa menyakiti orang lain dan berisiko mengalami masalah perilaku serta pergaulan di masa depan.
  • Bagi Saksi: Ikut merasa takut menjadi korban berikutnya dan sulit berkonsentrasi saat belajar.

Para mahasiswa menekankan pesan moral bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk merasa aman, belajar dengan nyaman, bermain dengan gembira, serta dihargai dan disayangi. Siswa diajak untuk memahami bahwa perbedaan baik perbedaan warna kulit, bentuk tubuh, suku, agama, maupun kemampuan belajar adalah hal yang wajar. "Kita semua berbeda, tetapi tetap berharga," menjadi salah satu pesan kunci yang disampaikan.

Langkah Hadapi Bullying dan Menjadi Teman yang Baik

Tidak hanya mengenalkan bentuk bullying, mahasiswa KKN Unram juga memberikan edukasi praktis mengenai cara menghadapi tindakan perundungan:

  • Jangan membalas dengan kekerasan: Tetap tenang dan jangan tersulut emosi.
  • Berani berkata tegas: Katakan dengan percaya diri, misalnya "Aku tidak suka diperlakukan seperti itu!"
  • Menjauh dan cari tempat aman: Segera tinggalkan pelaku dan menuju lingkungan yang aman.
  • Bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya: Laporkan kejadian tersebut kepada guru, orang tua, atau kakak.

Bagi para saksi yang melihat kejadian perundungan, mahasiswa mengajak agar tidak ikut menertawakan atau membully. Sebaliknya, siswa didorong untuk menjadi penolong dengan merangkul korban, mengajak bermain bersama, dan melaporkan kejadian tersebut kepada guru. "Menjadi penolong jauh lebih keren daripada menjadi pelaku bullying," tegas salah satu perwakilan mahasiswa KKN.

Sebagai bagian dari pembentukan karakter, siswa diajarkan budi pekerti dasar untuk menjadi teman yang baik, seperti selalu mengucapkan salam, saling berbagi, mempraktikkan kata 3 Kata Ajaib ("Tolong", "Maaf", dan "Terima Kasih"), serta tidak mengejek sesama teman.